Dandim 0603 Lebak Laksanakan instruksi Panglima TNI

November 18, 2020

Lebak - Dandim 0603 Lebak Letkol Inf Nur Wahyudi menyebut prajurit TNI akan berada digarda paling depan seandainya ada oknum atau kelompok-kelompok yang ingin mencoba memecah belah persatuan bangsa khususnya di Kabupaten Lebak. Kata Nur Wahyudi, pihaknya juga telah memanggil Babinsa dan Danramil yang ada di Kodim 0603 Lebak.

"Ada 25 orang Babinsa beserta Danramil yang ada di Kodim 0603, kita kumpulkan. Mereka diberikan arahan agar nantinya melakukan pemahaman di masing-masing tempat binaanya."kata Dandim 0603 Lebak Letkol Infanteri Nur Wahyudi kepada awak media, Rabu (18/11/2020).

Lanjut Dandim, paham radikalisme dan komunisme di Lebak tak boleh muncul dan harus kita cegah. Menurut Dandim, seluruh prajurit adalah alat utama dan harus selalu siap ketika dibutuhkan oleh negara.

Nur Wahyudi menyebut, pernyatan yang ia katakan itu, sudah sesuai dengan pesan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta pada Minggu 15 November 2020 kemarin. Kata Nur Wahyudi, sampai saat ini, toleransi antara agama yang ada di Lebak cukup baik. Dia mengakui, dalam melakukan pencegahan munculnya paham radikalisme tak bisa berjalan sendiri, berbagai elemen harus terlibat seperti stakeholder dan kepolisian.

Menurut mantan Pasukan elit (Koppassus) di TNI tersebut, pihaknya selalu melakukan pendekatan-pendekatan ke masyarakat dan tokoh-tokoh agama yang ada di Lebak. Seperti, diketahui, masyarakat Lebak sangat agamis, kita harus mencoba berkomunikasi dengan mereka.

Dandim menjelaskan, saat ini telah melakukan upaya-upaya pencegahan menangkal paham radikalisme muncul di Lebak salah satunya lewat program inovasi safari shubuh. Kata Dandim, dia seminggu sekali atau dua kali selalu shallat berjama'ah di masing-masing masing majsid.

"Sudah dilakukan selama tiga kali, untuk titik-titiknya safari subuh ini, kita lakukan di tiap-tiap koramil yang ada masjid. Setlah shalat, kita berikan edukasi dan pemahaman bahayanya radikalisme dan komunisme."jelas Dandim.

Dandim berharap agar masyarakat tak mudah terprovokasi dengan munculnya isu-isu yang bisa memecah belah bangsa, sehingga tak merugikan diri sendiri dan orang lain. Dandim menyebut, kegiatan yang dia lakukan penting karena bagian dari komunikasi untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

"Selain beribadah, kita juga bisa mendekatkan diri menitipkan diri kepada masyarakat. Filosofisnya, kita harus seperti matahari yang selalu konsisten menerangi bumi."tutur Letkol Nur Wahyudi.