Keringat Anggota TNI di Desa Terpencil Pandeglang

October 24, 2020

Pandeglang - Ratusan prajurit dari Kodam III Siliwangi khususnya wilayah Korem 064 Maluana Yusuf (MY) Serang membuka akses jalan lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan panjang 3,4 kilometer dan lebar delapan (8) meter di Desa Patia, Kecamatan Patia, Pandeglang, Banten telah selesai dilaksanakan. Kegiatan yang berlangsung selama 30 hari telah selesai dilaksanakan dan kini kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melaju.

Untuk diketahui, di ujung hutan ada sekitar 300 kepala keluarga (KK) atau hampir seribu jiwa. Mereka tersebar di tiga (3) desa yaitu desa Patia, Babakan Keusik dan Desa Pisir Gadung yang saat itu masih terisolir oleh lebatnya hutan. Sementara itu, untuk akses ke Kecamatan Patia sendiri berjarak kurang lebih sekitar empat (4) Kilometer dari ketiga desa tersebut.

Saat ditemui wartawan di rumahnya, Didin (40) tahun warga Desa Patia, Kecamatan Patia . Didin menceritakan awal mulanya desa Patia dipilih menjadi tempat TMMD ke 109 oleh Kodim 0601 Pandeglang. Kata Didin sebenarnya, masyarakat sendiri sudah mempunyai keinginan kuat untuk membuka akses jalan yang tadinya hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki.

Menurut Didin, pihaknya saat itu bersama warga Patia mengajukan ke koramil dan Kodim agar jalan poros desa yang berada di kampungya bisa dibangun. Kata Didin tujuannya dibuka akses jalan tersebut agar ekonomi masyarakat yang mayoritas sebagai petani bisa hidup, terlebih kata Didin ketika panen warga harus beputar arah dengan jarak tiga kali-lipat memutar arah.

"Masyarakat sangat bahagia sekali dengan dibangunnya jalan di Desa Patia. Kita gilir setiap hari ada dua RT, pokonya 50-60 orang berbaur dengan TNI."ucap Didin kepada awak media, Jum'at 22 Oktober 2020.

Didin menyebut kegiatan TMMD ke 109 di desanya telah memberikan hasil yang cukup signifikan, dulu sebelum jalan dibuka, jarak dari desa Patia menuju Pasir Gadung sulit untuk dilalui, sementara kata Didin sekarang sudah bisa dilewati. Pembangunan yang lebarnya delapan meter ini bukan hanya sasaran fisik namun yang tak kalah penting ialah membangun manusianya itu sendiri, sehingga tumbuh kesadaran masyarakat terhadap berbangsa dan bernegara.

"Saya menyaksikan kebersamaan serta gotong royong di setiap wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama pada saat bekerja di lapangan."tutur Didin.

Selama kegiatan TMMD, ratusan personil dari Kodam III/Siliwangi juga ikut membantu merehab musolah di Desa Patia. Menurut Pria berkumis itu, sarana tempat ibadah bagi warga sangat dibutuhkan.

"Banyak hikmah dari kegiatan TMMD ke 109 di Patia ini, semoga Kodim 0601 Pandeglang bisa melanjutkanya kembali karena ini jalanya belum keras kayak di aspal."kata Didin dengan nada tertawa.

Didin bercerita apabila memasuki musim hujan mereka harus merasakan gemilangan lumpur dan kotoran karena sulit untuk dilintasi. Tak hanya itu, banyak siswa-siswi yang akan bersekolah juga kerap meliburkan diri karena kondisi jalan yang tak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Kata Didin jarak tempuh dari rumah warga ke sekolah berkisar tiga kilometer dan empat kilometer. Selama puluhan tahun, warga mengalami kesulitan untuk mengakses jalan yang menopang kepentingan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan karena kondisi jalan yang memang tak layak.

Masih kata Didin, jalan tersebut sangat vital keberadaanya. Setiap kali ganti pemimpin pusat maupun daerah, bagi warga patia harapan pembangunan jalan kala itu hanya menjadi mimpi yang tak pernah nyata. Saat itu, warga hanya bisa mengandalkan perbaikan jalan dari hasil swadaya dan gotong royong.

Hal yang sama dikatakan tokoh Masyarakat Patia, Bambang Krluh (65) tahun. Dia bersama warga mengucapkan terimakasih kepada TNI khususnya Kodam III/ Siliwangi.