Monumen geger Cilegon di Revitalisasi

November 10, 2019

Cilegon, Bertepatan dengan hari pahlawan tahun 2019 Monunumen Geger Cilegon di Revitalisasi dan akan menjadi salah satu tempat studi bagi pelajar dan generasi muda, Minggu 10/11/19.

Danrem 064/MY, Kol Inf Windiyatno dalam sambutannya mengatakan bahwa peristiwa Geger Cilegon Tahun 1888 yang di pimpin oleh Ki Wasyid disebut juga Perang Wasyid.

Latar belakang peristiwa tersebut adalah pemerintah kolonial pada saat itu melarang umat Islam beribadah di mesjid, tidak menghiraukan Kyai bahkan memusuhi Islam dan banyak kenaikan pajak - pajak.

" Dengan situasi tersebut Ki Wasyid tergerak hatinya untuk melakukan perencanaan dan mengorganisir seluruh elemen rakyat Banten untuk melakukan perlawanan " Kata Danrem 064/MY.

" Ki Wasyid selaku pimpinan operasi pada saat itu mulai mengatur strategi dan membagi pasukan dalam beberapa kelompok untuk melakukan penyerangan, sehingga sore hari diharapkan Cilegon dapat di duduki " Lanjutnya.

Namun karena persenjataan yang moderen, Ki Wasyid dan para Kyai yang lainnya terdesak oleh serangan balasan dari pasukan Kolonial.

" Ketika pertempuran pada tanggal 30 Juli 1888 Ki Wasyid dengan para Kyai yang lainnya tewas sebagai syahid dan menjadi pahlawan Geger Cilegon "paparnya.

Pembelajaran yang dapat di petik dari perjuangan ini, menjadikan tauladan bagi kita semua, dalam bentuk kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

" Prajurit Siliwangi senantiasa berjuang menjaga dan mengisi kemerdekaan NKRI dengan selalu bersama - sama dengan para Ulama, Rakyat dan komponen bangsa lainnya" pungkas Danrem.

Sumber : L/Penrem 064/MY.